Harmonisasi Etika dan Ilmu

Jika sekarang dintanyakan pada kita, apakah sebenarnya tujuan dari imu?. Jawabannya dapat bermacam-macam. Mislanya, untuk kemajuan, perkembangan ekonmi dan teknik, kemewahan hidup, kekayaan, kebahagiaan manusia, dan sebagainya. Demikian tadi cara manusia merenungkan tujuan ilmu. Bukan ilmu sebagai sesuatu yang abstrak, melainkan sesuatu yang konkret dapat dihayati. Ilmu yang memunculkan diri berdampingan dengan gejala kerumitan spesialisasi, rutin erja, krisis ekonomi, teknik perang modern, aneka gangguan rohani dan dehumanisasi.

Di zaman Yunani dulu, Aristoteles mengatakan bahwa ilmu tidak mengabdi kepada pihak lain. Ilmu digeluti oleh manusia demi ilmu itu sendiri. Sebagai latar belakangnya, dikenal ucapan : Premium vivere, deinde philosophari, yang artinya kira-kira : berjuang dulu untuk hidup barulah barulah boleh berfilsafah. Memang kegiatan berilmu barulah dimungkinkan setelah yang bersangkutan tak banyak lagi disibukkan oleh perjuangan sehari-hari mencari nafkah.

Pendapat orang, kegiatan berilmu merupakan kegiatan mewah yang menyegarkan jiwa. Dengan demikian orang dapat memperoleh banyak pengertian tentang dirinya sendiri dan dunia sekelilingnya. Menurut faham Yunani, bentuk tertinggi ilmu adalah kebijaksanaan dan bersama itu terlihat suatu sikap etika. Dari sini kita dapat melihat berbagai perubahan radikal di dunia yang didorong oleh percepatan dan perkembangan ilmu dan teknologi. Namun ketika semua kemajuan tersebut mulai tidak terbendung muncul berbagai kekhawatiran baru, yaitu mulai tidak seimbangnya alam yang mengakibatkan berbagai bencana datang merundung bumi.

Di penghujung akhir tahun 2007 ini sudah selayaknya kita merenungkan kembali apa yang telah kita kerjakan dan apa yang telah kita pelajari, semua ilmu dan pengetahuan yang kita peroleh kita gunakan untuk apa?. Oleh karena itu Sagasitas kali ini mencoba mengetengahkan karya-karya inovatif dari siswa dan guru di tengah hiruk pikuk pergolakan hedonisme, di tengah – tengah kesibukan mereka belajar dan di tengah – tengah kesibukan mereka mengajar, namun masih mampu melihat, mampu berkreasi untuk mencoba memecahkan pelbagai permasalahan di sekitarnya.

Sebuah penelaahan cerdas di bidang IPS yang dilakukan oleh Ancelma Rayi Sari Pranasti dkk., tentang “Usaha Angkringan Sebagai Bentuk Usaha Yang Elastis  Bagi Masyarakat Kecil (Studi Kasus Usaha Angkringan Di Yogyakarta)”. Selain itu, -Telaah IPA-”Yeasting Technique by Methode of Injection in Making of Tape Singkong and The Effectts towards the quality of the tape” oleh Fredi Yasa Wardhana, Satrio Danuasmo, Sigit Dwi Maryanto. Karya-karya siswa SMA tersebut merupakan suatu karya yang dapat dibanggakan di tengah hiruk pikuk hedonisme.

Karya kreatif lainnya lahir dari ketekunan Irvan Prasetya Yoga, Andry Yoga Pratama, Hersynanda Karyadi Utama yang berhasil membuat “Plat Seng Sebagai Bahan Pelemah Medan Magnet (Suatu Penelitian Awal Awal Untuk Memperkecil Medan Magnet Pada saluran Udara Tegangan Tinggi/Ekstra Tinggi (SUTT/ET)”, karya yang cukup inovatif sebagai respon terhadap permasalahan yang ada di sekitar lingkungannya.

Nur Wulan Sari, Evi Tazyinatul Millah, Hendy Hermawan -Telaah bidang Pendidikan Bahasa- ”Pandangan dan Sikap Pelajar dalam Berbahasa Indonesia Yang Baik dan Benar Sebagai Wujud Rasa Bangga terhadap Bahasa Nasional (Studi Terhadap Pelajar di MAN Yogyakarta I)”. Selain itu, ada karya tentang HAM dalam Keluarga, Sebuah Potret Perampasan Hak Anak oleh Orangtua” Manda Firmansyah merupakan bentuk kretaivitas generasi muda yang juga cukup membanggakan dan masih banyak lagi karya siswa SMA yang lainnya.

Apriadi Harinata dkk. yang meneliti “Hubungan antara Palung Laut Jawa dan Tripple Junction Terhadap Gempa Bumi di Yogyakarta” merupakan karya yang responsif terhadap kejadian-kejadian yang terjadi di sekitar lingkungan kita. Sementara itu, karya Rudi Prakanto, S. Pd. yang menulis “FREEDOM OF ACTION” Dalam Proses Belajar Biologi di SMA Negeri 6 Yogyakarta dan Drs. Sutrisno dengan karya yang berjudul “Dari ‘Samdesing’ Hingga Tepuk Tangan” Upaya Meningkatkan Kompetensi Mendongeng  Melalui Penerapan Strategi “Babak” juga merupakan sebuah upaya untuk meningkatkan kualitas bangsa yang memperihatinkan.

Sementara itu, masih ada profile yang dapat diteladani oleh siswa SMA, yaitu sosok Evan Purnama (SMA N 1 Yogyakarta) yang merupakan siswa berprestasi nasional dalam Olimpiade Sains Nasional 2007  serta profil dari Irfan Prasetya Yoga, Andry Yoga Pratama,  Hersynanda Karyadi Utama sebagai sosok remaja teladan di bidang penelitian yang memiliki segudang prestasi penelitian khususnya pada bidang kajian Kimia dan Fisika baik dalam kancah event lomba penelitian lokal maupun nasional.

Selanjutnya dalam kerangka pengembangan keilmuan khususnya di bidang penelitian, kami tim redaksi Sientfic Journal mencoba mentradisikan untuk terus memberikan report tentang berbagai pembinaan yang dilakukan oleh para pihak dan penggian KIR dan atau penelitian di berbagai sekolah baik dari tingkat SMP, SMA, MA maupun SMK di wilayah DIY.

Pada rubrik esklusif kami sengaja mengetengahkan catatan perjalanan kontingen DIY dalam OSN tahun 2007 di Surabaya baik dari kegiatan utama maupun kegiatan pendukung mulai dari uapara pembukaan sampai upacara penutan. Dan untuk melengkapi data tersebut tim redaksi juga berhasil mewawacarai secara khusus dari panitia utama kegiatan tersebut dan tim Komisi C DPRD Propinsi DIY serta tim Pendamping Kontingen DIY.

Selain itu dalam ekslusif ini kami juga mengetengahkan laporan khusus kegiatan di bidang penelitian yang beetajuk The 4th International Exibithin for Young Inventors (IEYI) yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan Pemda DIY (Dinas Pendidikan Propinsi DIY, dan Pemda Kota Yogyakarta.

Kemudian untuk melengkapi berbagai informasi yang berkaitan dengan pengembangan dunia penelitian kami menuliskan beberapa laporan kegiatan seperti: Eco Youth Program, Lomba Karya Ilmiah Geospasial, dan Lomba Kreativitas Guru (LKG). Sebagai tulisan lepas kami menghadirkan tulisan dari Tusidi Karyono dan Ujang Fahmi yang mencoba memberikan semangat kebangsaan terhadap masa depan bangsa Indonesia ke depan. Dan pada rubrik review kami hadirkan summary karya ilmiah Yati Utami Purwaningsih, M> Pd. dan karya tim Muda Wijaya Green School Community, serta pada rubrik pustka kami menghadirkan resensi terhadap dua buku yang sangat bagus untuk dibaca yaitu karya Gola Gong yang berjudul “Menggenggam dunia: Bukuku hatiku, Catatan sang Avonturir dan karya fenomenal Andrea Hirata yang menulis tiga serangkai dengan karya ketiganya dengan judul “Edensor”..

Tidak lupa juga kami ucapkan selamat hari raya idul adha, natal dan juga tahun baru kepada seluruh pembaca. semoga kita bisa berjumpa kembali dengan Sagasitas berikutnya. Selamat membaca.

Sagasitas,edisi 8

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: